Selasa, 18 Juni 2013

Bagaimana Kabarmu ! kabarku disini baik-baik saja.



ASsalamualaikum.warahmatullahi wabarakatuh.

My Blog Classic11septmberariefsunanda ( Apa yang sering didengar Oleh manusia, Apa yang sering dilihat oleh manusia, dan apa yang sering diucapkan oleh manusia, maka hal itulah yang selalu disimpan oleh hati nya)
Disini saya ingin berbagi kepada kalian semua bahwa Dunia ini “ indah” jika kita tau MAKSUD dan TUJUAN akhir hidup ini.
Sallam ( bismillahirrahmanirrahim )
Segala Puji kita panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha penyayang, karena berkat kemudahan-kemudahan yang diberikan-Nya saya maka Blog ini insyaaLlah saya persembahkan Untuk diri saya sendiri dan kalian semua. Shalawat dan salam semoga selalu dicurahkan-Nya pada kekasih semua orang yang beriman, yaitu Muhammad Saw, keluarganya yang mulia, para sahabatnya yang agung, serta para pengikutnya sampai akhir zaman nanti.





Kisah ini saya muat dari Buku” Sentuhan Kalbu Melalui Kultum “ karya Ir. Permadi Alibasyah
1.       Belajarlah Dari Burung dan Cacing.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 Allah berfirman dalam Al-Qur’an pada surat An-Nahl ayat 66, yang artinya :
                   “ Sesungguhnya pada binatang ternak
               itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu “



Pada saat krisis moneter yang berkepanjangan ini, marilah kita meluangkan waktu untuk bertafakur sejenak. Karena Rasullullah saw. Telah bersabda, “ Bertafakur sejenak lebih baik daripada ibadah satu tahun”
     Marilah kita kaji pelajaran yang diberikan oleh burung dan cacing.

       Seorang ulama besar mengatakan, bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.
      Burung setiap pagi keluar sarangnya untuk mencari makan tanpa mengetahui dimana ia harus mendapatkannya. Karena itu, kadangkala sore hari ia pulang dengan membawa oleh-oleh 

makanan untuk keluarganya; tetapi sering juga ia pulang ke sarangnya dengan perut yang masih keroncongan.
        Meskipun burung tampaknya lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “ kantor “ yang tetap ( apalagi setelah lahannya berubah menjadi Real estate), namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidap pernah melihat burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas; atau kita pun tidak pernah melihat ada burung yang sekonyong-konyong meluncurkan dirinya ke dalam sungai ! Nampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas, lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kekenyangan, lain waktu kelaparan.

    Sekarang mari kita lihat binatang yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing, Cacing seolah-olah  tidak mempunyai sarana yang layak untuk mencari makanannya. Cacing tidak mempunyai tangan, kaki, tanduk, atau bahkan mungkin ia tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi cacing serupa dengan makhluk Tuhan lainnya, yaitu ia mempunyai perut yang bila tidak diisi maka ia akan mati.
               Kalau kita bandingkan dengan manusia, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih daripada yang dimiliki cacing. Tetapi mengapa manusia yang diciptakan Tuhan paling sempurna dibandingkan dengan makhluk –makhluk Nya yang lain itu, banyak yang kalah hanya dengan seekor cacing. Manusia banyak yang bunuh diri akibat merasa kesulitan dalam mencari nafkah hidupnya, sementara kita tidak pernah melihat ada cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu !



                        Allah Swt telah berfirman dalam Al-Qur’an :

                                   Apabila telah ditunaikan sem­-
                       bahyang, maka bertebaranlah kamu dan
                             carilah karunia Allah banyak-banyak
                                 .supaya kamu beruntung.
                                      Al-Jumu’ah : 10

                           ….. Dan barangsiapa yang bertawakal
                        Kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
                              Keperluannya....
                                        Ath-Thalaq:3

 Demikianlah yang dapat saya tulis pada kesempatan ini, mudah-mudahan di waktu kita terhimpit dalam kesusahan untuk mencari kebutuhan materi, kita tidak kalah dengan Burung, apalagi oleh cacing ! ( Ir. Permadi  Alibasyah).




Billahi taufiq walhidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(16 juni 2013)VA(7shaban1434) 20;13 wib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar