ASsalamualaikum.warahmatullahi wabarakatuh.
My Blog
Classic11septmberariefsunanda ( Apa yang sering didengar Oleh manusia, Apa yang sering dilihat oleh
manusia, dan apa yang sering diucapkan oleh manusia, maka hal itulah yang
selalu disimpan oleh hati nya)
Disini saya ingin berbagi kepada kalian semua bahwa Dunia
ini “ indah” jika kita tau MAKSUD dan TUJUAN akhir hidup ini.
Sallam ( bismillahirrahmanirrahim )
Segala Puji kita panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha
Pengasih dan Maha penyayang, karena berkat kemudahan-kemudahan yang
diberikan-Nya saya maka Blog ini insyaaLlah saya persembahkan Untuk diri saya
sendiri dan kalian semua. Shalawat dan salam semoga selalu dicurahkan-Nya pada
kekasih semua orang yang beriman, yaitu Muhammad Saw, keluarganya yang mulia,
para sahabatnya yang agung, serta para pengikutnya sampai akhir zaman nanti.
Kisah ini saya muat dari Buku” Sentuhan Kalbu Melalui Kultum
“ karya Ir. Permadi Alibasyah
1.
Belajarlah Dari Burung dan Cacing.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Allah berfirman dalam Al-Qur’an pada surat
An-Nahl ayat 66, yang artinya :
“ Sesungguhnya pada binatang ternak
itu benar-benar terdapat
pelajaran bagi kamu “
Pada saat krisis moneter yang berkepanjangan
ini, marilah kita meluangkan waktu untuk bertafakur sejenak. Karena Rasullullah
saw. Telah bersabda, “ Bertafakur sejenak lebih baik daripada ibadah satu
tahun”
Marilah kita kaji pelajaran yang diberikan oleh burung dan cacing.
Seorang ulama besar mengatakan, bila kita sedang mengalami kesulitan
hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan
cacing.
Burung setiap pagi keluar sarangnya untuk mencari makan tanpa mengetahui
dimana ia harus mendapatkannya. Karena itu, kadangkala sore hari ia pulang
dengan membawa oleh-oleh
makanan untuk keluarganya; tetapi sering
juga ia pulang ke sarangnya dengan perut yang masih keroncongan.
Meskipun burung tampaknya lebih sering mengalami kekurangan makanan
karena tidak punya “ kantor “ yang tetap ( apalagi setelah lahannya berubah
menjadi Real estate), namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung
yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidap pernah melihat burung yang tiba-tiba
menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas; atau kita pun tidak pernah melihat
ada burung yang sekonyong-konyong meluncurkan dirinya ke dalam sungai !
Nampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di
atas, lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kekenyangan, lain waktu
kelaparan.
Sekarang mari kita lihat binatang yang lebih lemah dari burung, yaitu
cacing, Cacing seolah-olah tidak
mempunyai sarana yang layak untuk mencari makanannya. Cacing tidak mempunyai
tangan, kaki, tanduk, atau bahkan mungkin ia tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi cacing serupa dengan makhluk Tuhan lainnya, yaitu ia mempunyai perut
yang bila tidak diisi maka ia akan mati.
Kalau kita bandingkan dengan manusia, maka sarana yang dimiliki manusia
untuk mencari nafkah jauh lebih canggih daripada yang dimiliki cacing. Tetapi
mengapa manusia yang diciptakan Tuhan paling sempurna dibandingkan dengan
makhluk –makhluk Nya yang lain itu, banyak yang kalah hanya dengan seekor
cacing. Manusia banyak yang bunuh diri akibat merasa kesulitan dalam mencari
nafkah hidupnya, sementara kita tidak pernah melihat ada cacing yang
membentur-benturkan kepalanya ke batu !
Allah Swt telah
berfirman dalam Al-Qur’an :
Apabila telah ditunaikan sem-
bahyang, maka
bertebaranlah kamu dan
carilah karunia
Allah banyak-banyak
.supaya kamu
beruntung.
Al-Jumu’ah : 10
….. Dan barangsiapa yang bertawakal
Kepada Allah niscaya
Allah akan mencukupkan
Keperluannya....
Ath-Thalaq:3
Demikianlah yang dapat saya tulis pada
kesempatan ini, mudah-mudahan di waktu kita terhimpit dalam kesusahan untuk
mencari kebutuhan materi, kita tidak kalah dengan Burung, apalagi oleh cacing !
( Ir. Permadi Alibasyah).
Billahi taufiq walhidayah, wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
(16 juni 2013)VA(7shaban1434) 20;13 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar